...
hujan di dalam mobil
Freepk/rawpixel

Masuk Musim Kemarau Tapi Curah Hujan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Linamasa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan terkait dengan alasan mengapa curah hujan sekarang ini masih tinggi meskipun sebenarnya sudah memasuki musim kemarau. Hal ini diakibatkan oleh kondisi dimana beberapa fenomena dinamika atmosfer sedang aktif dalam skala global regional yang terjadi cukup signifikan.

Salah satu diantaranya muncul fenomena La Nina yang mana telah diidentifikasi masih cukup aktif meski sudah termasuk dalam kategori lemah sepanjang bulan Juli 2022.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu poin yang bisa mempengaruhi penyediaan uap air secara umum di seluruh atmosfer yang ada di Indonesia” kata Guswanto (Deputi Bidang Meteorologi) di Jakarta pada hari Sabtu, 16 Juli 2022.

Menurut penjelasan Guswanto (Deputi Bidang Meteorologi) lebih lanjut bahwa, terdapat juga fenomena yang dikenal dengan istilah Dipole Mode di kawasan Samudra Hindia. Yang mana saat ini tengah menunjukkan indeks yang cukup memberikan pengaruh terhadap peningkatan curah hujan, khususnya di kawasan Indonesia bagian barat.

Sementara itu, jika dilihat dari skala regional, diketahui juga ada fenomena lain seperti fenomena gelombang atmosfer yang masih aktif sehingga bisa meningkatan aktivitas konvektif dan juga memicu proses pembentukan awan hujan. Fenomena yang dimaksudkan disini adalah Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby dan gelombang Kelvin yang terbentuk pada periode sama.

“Adanya pola khusus yang membentuk belokan angina dan juga wilayah pertemuan serta adanya perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di kawasan Pulau Sumatera bagian selatan dan juga di Pulau Jawa bagian barat, ternyata juga mempunyai potensi yang cukup besar dalam proses peningkatan potensi pembentukan awan hujan di kawasan tersebut. Kemudian belum lagi karena adanya dukungan anomali suhu muka laut positif yang mana bisa memicu peningkatan potensi uap air di bagian atmosfer,” jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, walaupun daerah di Indonesia sebagian besar sudah memasuki musim kemarau, tetapi dengan adanya berbagai fenomena yang ada saat ini, memang bisa memicu terjadi dinamika cuaca yang bisa menciptakan dampak langsung munculnya hujan, hampir di semua wilayah di Indonesia.

Berdasarkan prediksi yang dilakukan oleh Bertha (Prakirawan BMKG) bahwa pada pertengahan bulan Juli memang di sebagian wilayah di Indonesia masih bisa merasakan guyuran hujan meski sebenarnya sudah masuk musim kemarau.

“Pada pertengahan bulan Juli, setidaknya hampir seluruh wilayah di Indonesia sudah masuk pada musim kemarau meski di sejumlah wilayah diketahui masih saja diguyur hujan,” kata Bertha (Prakirawan BMKG).

Pengaruh Siklon Tropis

Secara tidak langsung munculnya hujan di sejumlah daerah di Indonesia juga disebabkan karena dampak dari siklon tropis. Di sepanjang periode dua minggu terakhir ini, terdapat adanya dua bibit siklon tropis dan siklon tropis Chaba yang terletak di bagian utara Indonesia.

Prediksi yang telah dilakukan oleh bagian data statistik BMKG yang diambil dalam periode tahun 1977 sampai tahun 2022, setidaknya siklon tropis yang muncul di bagian utara Indonesia akan ada mulai dari bulan Juni hingga bulan Desember.

Data itu juga telah merekam secara detail bahwa pada bulan Juli hingga bulan September, merupakan puncak dari siklon tropis yang ada di bagian utara Indonesia.

Tren suhu permukaan laut di Laut China Selatan dan Samudera Pasifik menunjukkan lebih hangat dalam tiga bulan ke depan.

Kemudian, anomaly perairan di Indonesia pada bulan Agustus 2022 juga diperkirakan akan lebih hangat (positif) dan terus menguat sampai bulan Oktober 2022 mendatang. Ditambah lagi seluruh wilayah perairan di Indonesia juga mempunyai potensi yang tinggi dalam kondisi hangat hingga tiga bulan mendatang.

Hal ini bisa dijadikan sebagai dasar, jika pertumbuhan siklon tropis menjadi semakin subur, terutama dekat dengan wilayah perairan Indonesia di bagian utara dari khatulistiwa.

Indeks SOI dan IOD

Dalam kurun waktu satu minggu ke depan, terdapat data indeks – indeks global meliputi nilai SOI +16,4 dan juga nilai IOD -1,14, yang mana juga sangat mendukung pertumbuhan awan hujan di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan unggahan laman Biro Meteorologi Australia, jika menunjukkan nilai SOI positif lebih dari angka 7, dan diikuti dengan nilai IOD negatif, maka bisa dianggap peluang hujan lebat menjadi semakin tinggi.

Sebaliknya, jika nilai SOI negatif lebih dari angka 7 dan diikuti dengan nilai IOD positif, maka bisa dianggap peluang hujan lebat semakin rendah (musim kering).

Bertha juga memberikan penjelasan lebih lanjut, terdapat beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga hujan lebat. Wilayah – wilayah tersebut meliputi Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Mengacu pada prediksi yang diungkapkan oleh pihak BMKG, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan langganan dan berpotensi banjir, dihimbau untuk lebih waspada. Karena banjir bisa saja terjadi kapan saja.

Diharapkan, masyarakat yang tinggal di kawasan langganan banjir untuk mempunyai budaya sadar akan bencana alam, terutama bencana banjir. Sehingga nantinya, dampak dari bencana banjir tersebut tidak mendatangkan kerugian bagi masyarakat.

Sejumlah Daerah di Jakarta Dilanda Banjir

Setidaknya dampak dari hujan lebat yang masih terjadi di musim kemarau ini membuat bencana banjir menggenangi beberapa daerah di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Update data dari pihak BPBD, setidaknya sudah ada 24 RT yang terendam banjir dengan ketinggian genangan rata – rata mencapai 130 cm. Berdasarkan data yang ada, daerah yang tergenang banjir di Jakarta seperti Pondok Pinang (90 – 130 cm), Kembangan (100 cm), Bintaro (120 cm), Kebayoran Lama Utara (50 cm), Pesanggrahan (50 cm), Kembangan Selatan (70 cm).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.

About Redaksi

Check Also

Tidur Setelah Sahur

Apakah Boleh Tidur Setelah Sahur? Simak Jawabannya di Sini!

Linamasa.com – Banyak dari kita memiliki kebiasaan untuk langsung tidur setelah sahur, terutama saat menjalani …

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.