Yayasan Balai Ilmu Al-Munawar

yayasan-balai-ilmu-almunawar

IDENTITAS

Akta Pendirian oleh Notaris Sri Mahyani SH, Akta No. 25 Tanggal 30 Januari 2021
Disahkan/Ditetapkan 05 Februari 2021 melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0004787. AH.01.04 TAHUN 2021
Dengan no. daftar Yayasan No. AHU-0005965.AH.01.12 TAHUN 2021

PENGURUS

  • Pembina: Adam Malik
  • Penanggung jawab: H. Pramono SE
  • Ketua: Untari Setyaningrum, Amd.Ak
  • Sekretaris: Woro Wulandari
  • Bendahara: Endah Budi Utami, Amd.Ak
  • Humas: Joko Tri Hartanto
  • Logistik:
    • Gea Ayuning Kawuryan ST
    • Aziah Risma Jheria SH

ALAMAT

Berkedudukan dan berkantor di:
Jl. Raya Baturetno – Pacitan, Desa Pakem, Watu Agung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.

PENGANTAR

Membaca, memahami dan mengamalkan AlQur’an adalah keniscayaan bagi kaum muslimin dan muslimah. Bahkan sekarang persyaratan dapat membaca AlQur’an sudah dimasukkan dalam syarat dan ketentuan seperti untuk melamar kerja, pemilihan kepala daerah, mendaftar sekolah khususnya sekolah islam, mendaftar di perguruan tinggi, syarat kelulusan di beberapa perguruan tinggi, meminang calon isteri, bahkan sampai jika seseorang mampu menghafal 30juz atau setengahnya maka akan diberi hadiah dlsb. Tadarus-an sudah menjadi kebiasaan yang lazim di pagi hari di sekolah-sekolah sekarang bahkan sekolah negeri sekalipun. Di masjid berjamaah tadarus sudah melanjut menjadi kebiasaan setelah salat fardu, misalnya, setelah shalat subuh membaca Surat Al-Waqiah, zuhur (Ar Rahman), ashar (As Sajdah), magrib (Yasin dan Al Kahfi), dan isya (Al Mulk). Artinya dapat membaca AlQuran sudah mutlak menjadi keharusan bagi muslimin dan muslimah generasi penerus disamping sebagai bekal kelak di akherat juga sebagai bekal ketika masih di dunia

TPQ AL MUNAWAR adalah wadah pendidikan Al-Qur’an yang didirikan sejak tahun 2015, dua tahun kemudian, secara resmi diresmikan pada tanggal 9 Januari 2017 dan mendapatkan pengakuan dan pengesahan secara legal kelembagaannya oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri pada tanggal 25 Agustus 2018 melalui Piagam Izin Operasional Taman Pendidikan Al Qur’an Al Munawar No.363 Tahun 2018, berdasar Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, No. 464 Tahun 2018. Izin operasional TPQ berlaku sampai dengan 25 Agustus 2023. Dengan No Statistik Taman Pendidikan Al Qur’an (NSPQ): 411233123187.

Keberadaan TPQ AL MUNAWAR adalah untuk menyediakan layanan dan fasilitas belajar mengajar BTQ, membantu para orang tua dan masyarakat dengan mengenalkan dan mengajarkan kepada putra/putri mereka membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan/ mempraktekkan Al-Qur’an. Membantu meringankan dan mencarikan solusi bagi mereka yang mempunyai kendala dan hambatan untuk mendaftarkan putra/putrinya mengaji. Selain itu keberadaan TPQ AL MUNAWAR juga dimaksudkan untuk mendukung dan membantu program pemerintah khususnya dalam aspek penanaman akidah serta penguatan iman dan taqwa juga budi pekerti yang baik (akhlakul karimah).

TPA/TQA AL MUNAWAR dikelola dengan berbasis pada:

  • Gratis tidak dipungut biaya
  • Gratis buku dan sarana belajar (gratis baju seragam dan tas)
  • Tenaga Pengajar setempat yang terampil dan kompeten
  • Metode pengajaran yang mudah dan menarik
  • Manhaj sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah
  • Sarana dan prasarana BTQ yang lengkap dan mendukung

Perkembangan Jumlah Santri dan Pengajar

tabel siswa pengajar

Kami ingin berbagi keyakinan bahwa suatu kebaikan laksana membangun sebuah rumah, ada material, tenaga, pikiran dan waktu yang mesti kita sediakan, kita akan merasakan lelah, namun sungguh lelah yang kita rasakan itu kelak akan membawa kepuasan, kebaikan, kebahagiaan, kegembiraan karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat untuk orang lain dan dapat membuat mereka tersenyum.

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi-selama sebulan penuh.” (HR HR. Thabrani).