microchip di mcb
Freepik/xb100

Material Semikonduktor Baru Telah Ditemukan, Tahan Panas

Linamasa.com – Belum lama ini, para peneliti dan pengembang teknologi telah menemukan material semikonduktor baru yang disebut dengan nama boron arsenida kubik.

Yang mana material semikonduktor baru ini dianggap memiliki karakter yang lebih baik jika dibandingkan dengan silikon karena terbukti lebih bisa tahan panas.

Material kimia yang terbuat dari gabungan bahan boron dan arsenide berhasil menciptakan material semikonduktor yang lebih baik.

Pasalnya, salah satu dari total dua jurnal yang sudah diterbitkan pada tanggal 22 Juli 2022 lalu pada jurnal Science telah memberitahukan bahwa para peneliti bisa secara eksperimental melakukan validasi lebih lanjut pada pengangkut yang tinggi di kondisi suhu kamar, sehingga bisa memperluas potensi pemakaiannya pada barang – barang yang memiliki sifat komersial.

Penelitian tersebut melibatkan beberapa universitas kelas dunia seperti Boston College, University of Texas di Austin, Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan University of Houston. “Para peneliti menjelaskan bahwa akan lebih banyak lagi penelitian yang diperlukan untuk menentukan bahwa boron arsenida kubik bisa dibuat dalam bentuk yang lebih ekonomis dan praktis atau tidak, terlebih lagi jika sampai digunakan untuk menggantikan silikon yang saat ini mudah ditemukan dimana saja,” seperti yang dilansir dari unggahan media Tech Radar.

Meskipun demikian, para pihak peneliti mengatakan bahwa material tersebut akan sangat bermanfaat karena memiliki karakteristik yang unik dan bisa memberikan perbedaan yang jauh lebih signifikan jika dibandingkan dengan silikon.

“Sampelnya sendiri tidak seragam, namun bisa dilihat langsung secara lokal semua potensi yang ditunjukkannya,” kata Zhifeng Ren (Peneliti Utama) dari Texas Center for Superconductivity di UH, seperti dilansir dari unggahan situs University of Houston.

Baca Juga:  Miyabi Diperkirakan Tak Jadi Datang Kembali ke Indonesia, Apa Alasannya?

“Jika Anda mempunyai Kristal yang posisinya bebas dari cacat, potensi mobilitas yang ditunjukkannya menjadi jauh lebih tinggi dari apa yang telah diperkirakan. Untuk mencari tahu lebih detail lagi, kami butuh waktu untuk melanjutkan proses penelitian tersebut,” tambahnya.

Kubik boron arsenide sendiri juga digadang – gadang memiliki sifat yang cenderung jauh lebih akomodatif sebagai pasangan dari elektron yang mempunyai muatan positif.

Sifat sensitifitas panas yang cenderung lebih rendah daripada boron kubik, terbukti mampu memberikan perbedaan yang lebih besar saat diaplikasikan pada sebuah produk.

“Kondisi munculnya, saat ini menjadi salah satu hambatan utama yang terdapat pada banyak elektronik,” ungkap Jungwoo Shin (Mahasiswa Postdoc MIT) yang ikut andil dalam menulis makalah tersebut.

“Nantinya, keberadaan dari silikon karbida bisa digunakan sebagai pengganti dari silikon untuk elektronika dayanya di industri EV utama termasuk salah satunya Tesla. Karena sudah terbukti mempunyai konduktivitas termal yang tiga kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan silikon, meskipun pada kenyataannya mempunyai mobilitas listrik yang lebih rendah,” tuturnya.

Jungwoo Shin menyebutkan bahwa boron yang mempunyai konduktivitas termal lebih tinggi bisa menciptakan terobosan yang besar.

“Bisa dibayangkan, apa saja yang bisa dicapai oleh boron arsenida, dengan adanya konduktivitas 10 kali lipat lebih tinggi itu. Ditambah lagi dengan mobilitasnya yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan silikon. Ini pastinya di masa yang akan datang bisa menciptakan terobosan baru yang besar,” kata Jungwoo Shin (Mahasiswa Postdoc MIT).

Lebih lanjut, di masa depan tidak hanya kubik boron arsenida saja yang akan mengancam keberadaan silikon dan menyalipnya pada suatu hari nanti.

Para peneliti yang berasal dari University of Illinois telah berupaya untuk membangun prosesor 4 bit dan prosesor 8 bit dengan memanfaatkan bahan plastik yang mana terlihat mempunyai tingkat keberhasilan yang cukup memuaskan mencapai 81 persen. Pencapaian ini didapatkan pada model 4 bit.

Baca Juga:  Hasil Akhir Piala AFF U 19 2022, Malaysia Juaranya

Sebagai informasi tambahan, sebenarnya keberadaan dari silikon di dunia, tidak pernah benar – benar memonopoli keberadaan semikonduktor.

Gallium Arsenida yang diproduksi menggunakan bahan gallium dan arsenic juga banyak dimanfaatkan untuk proses pembuatan laser sebagai salah satu alternatif pengganti silikon saat ini.

Sebelum dilakukan penelitan lebih lanjut dan divalidasi oleh Jungwoo Shin dari MIT dan kawan – kawan, ternyata sempat diprediksi terlebih dahulu oleh Kelompok Chen.

Untuk tantangan yang dirasakan sekarang menurut kelompok Chen adalah bagaimana bisa menemukan cara paling praktis untuk memproduksi bahan dalam jumlah yang pas untuk digunakan.

Metode yang dipakai saat ini, masih menghasilkan bahan yang dinilai tidak seragam, sehingga mau tidak mau tim harus segera menemukan cara lain untuk proses pengujian lebih lanjut dengan hasil yang lebih seragam dan data yang bisa diandalkan.

Namun di sisi lain, menurut keterangan yang diberikan oleh kelompok Chen, bahwa potensi besar memang benar – benar sudah terlihat dari penggunaan bahan tersebut.

“Silikon bisa diibaratkan sebagai pekerja keras di banyak industri pada umumnya dalam ruang lingkup global,” kata Chen.

“Jadi disini kami sudah mempunyai modal awal bahan yang lebih baik untuk bisa digunakan, namun apakah bahan ini benar – benar bisa mengimbangi skala industri? Kami belum bisa memastikannya. Sementara jika dilihat dari bahan yang ada, memang terlihat hampir semikonduktor yang ideal. Apakah nantinya bisa digunakan di dalam perangkat dan bisa menggantikan keberadaan silikon di pasar saat ini, kami pikir masih belum terbukti nyata,” tuturnya.

Kemudian Chen juga menambahkan, “potensi besar memang sudah ada di depan mata dan banyak pihak yang tak memperhatikannya. Sekarang setelah sifat yang ada pada boron arsenide benar – benar diketahui dan diinginkan menjadi lebih jelas, membuktikan bahwa bahan ini dalam banyak hal dianggap sebagai semikonduktor terbaik. Di masa yang akan datang, mungkin akan semakin banyak pihak yang mulai memperhatikannya.”

Baca Juga:  Kembali Setelah Hiatus 6 Tahun, Kim Woo Bin Sangat Senang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.

About Redaksi

Check Also

logo emas antam

Harga Emas dan Dollar Hari Ini, Senin 08 Agustus 2022

Linamasa.com – Harga emas cenderung mendapatkan sentiment yang negatif dari adanya penguatan dollar Amerika Serikat. …