mobil
Pexels/Stephan Müller

Pabrikan Jepang Ini Ciptakan Mesin Bahan Bakar Hidrogen

Linamasa.com – Saat ini kian banyak produsen mobil bersaing dan berlomba – lomba untuk terus mengembangkan teknologi untuk mendukung terciptanya ekosistem mobil listrik. Namun, sebagian diantaranya juga masih ingin bertahan dengan mengembangkan mesin konvensional.

Sebelumnya, ada pabrikan asal Jepang, Toyota yang membuat pengumuman bahwa pihaknya sedang berupaya untuk melakukan pengembangan lebih lanjut terkait dengan mobil yang menggunakan bahan bakar hydrogen. Bahkah, pihak Toyota sudah melakukan pengujian dalam ajang balap.

Seperti yang dikutip dari unggahan media Daihatsu.com, pada hari Selasa, 26 Juli 2022, ada beberapa pabrikan yang turut berkolaborasi dalam proses penelitian lebih lanjut hingga pengembangan terkait dengan teknologi bahan bakar yang menggunakan karbon netral. Pabrikan tersebut antara lain seperti Toyota Tsusho, ENEOS, Suzuki, Daihatsu dan Toyota.

“Ini akan menjadi teknologi berkelanjutan yang menawarkan efisiensi dan ramah lingkungan,” menurut keterangan yang diberikan dari Koichi Nakata (Head of Carbon Neutral Development Div Toyota Motor Corporation) seperti dilansir dari unggah situs Daihatsu.com.

Artinya, dalam hal ini ada 6 pabrikan otomotif yang berasal dari negeri Sakura tengah melakukan pengembangan terhadap sumber tenaga berbasis hydrogen yang akan diterapkan pada kendaraannya.

Langkah ini pun dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya dalam menekan hingga menghilangkan emisi pada penggunaan kendaraan.

Keenam pabrikan tersebut, melihat adanya peluang baru dan juga kemungkinan berkelanjutan terkait dengan bahan bakar yang sedang diusulkan di ruang lingkup global sekaligus mulai mencoba untuk terus memaksimalkan proses produksinya.

Selain itu, mereka juga akan mendalami bagaimana penggunaan produk sampingan bahan bakar yang bersumber pada oksigen hingga generasi dari CO2 dalam serangkaian proses produksi bioetanol.

Proyek berkelanjutan ini akan berhubungan erat dengan empat komponen utama tentang bagaimana generasi kedua mulai dirancang dan disusun.

Para pabrikan otomotif tersebut akan mulai melakukan studi lebih lanjut terkait dengan produk sampingan dan juga bahan baku apa saja yang sedang dibutuhkan untuk mendukung dalam pengolahan metode dan membuatnya bisa lebih efisien saat digunakan sebagai bahan bakar.

Selanjutnya, proses produksi akan mengarah pada bahan etanol itu sendiri. Dalam serangkaian prosesnya harus melalui standar internasional terlebih dahulu serta menetapkan bagaimana standar baru untuk proses kontrol terhadap kualitasnya.

Terakhir, perusahaan baru juga akan difokuskan pada proses pengoperasioan sistem secara keseluruhan yang didukung langsung dengan adanya perencanaan yang baik.

Begitu juga dengan pemanfaatan bahan bakar yang hendak diaplikasikan pada otomotif, juga akan direncanakan dengan baik.

Keenam pabrikan otomotif tersebut pada akhirnya membentuk sebuah badan yang diberi nama The Research of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (Riset Inovasi Biomassa untuk Bahan Bakar Mobil Generasi Selanjutnya).

Badan ini rencananya melakukan proses penelitian di Fukushima Okuma Incubation Center, Shimizu 230 Shimonogami, Okuma, Futaba District, Fukushima Prefecture yang telah diresmikan per tanggal 1 Juli 2022.

Dalam serangkaian penelitian yang hendak dilakukan, mereka mempunyai agenda khusus dan lebih spesifik seperti Research on Efficient Ethanol Production Systems, Research on Byproduct Oxygen, CO2 Capture, and Utilization, Research on the Efficient Operation of the Overall System, Including Fuel Utilization, dan Research on Efficient Raw Material Crop Cultivation Methods.

Target dari proyek berkelanjutan ini diharapkan bisa rampung pada tahun 2040 mendatang. Banyak pihak yang sudah meyakini bahwa proyek berbasis teknologi tersebut jika sudah selesai dikembangkan, dampaknya akan lebih besar jika dibandingkan dengan zaman dulu pada saat masih memanfaatkan mesin pembakaran internal yang mana mampu menggeser mesin uap.

Cara Kerja Hidrogen dalam Sebagai Bahan Bakar Kendaraan Ramah Lingkungan

Pada prinsipnya, hydrogen sendiri merupakan salah satu bahan bakar yang mampu menghasilkan tenaga listrik setelah melewati sebuah alat yang diberi nama fuel cell (sel bahan bakar).

Sejatinya, banyak mobil listrik yang saat ini diproduksi oleh para produsen mobil dengan memanfaatkan keberadaan sel bahan bakar tersebut untuk digunakan dalam membantu memutarkan komponen dari roda.

Adapun kelebihan yang ditawarkan dari energy hydrogen yang diterapkan pada mesin mobil listrik adalah bisa digunakan untuk menempuh jarak yang lebih jauh.

Dalam proses pengisian energinya sendiri berbeda dengan mobil listrik pada umumnya. Jika mobil listrik harus mengisi daya dengan disambungkan ke perangkat listrik terlebih dahulu, namun untuk mobil berbahan hydrogen harus mengisi ulang tabung gasnya dengan menggunakan hydrogen agar bisa tetap digunakan kembali.

Untuk saat ini, kendaraan yang memanfaatkan bahan bakar hydrogen yakni mobil yang mengaplikasikan mesin pembakaran dalam dan terlihat bagian dari sel bahan bakarnya.

Teknologi ini digadang – gadang akan berkembang pada aplikasi modern karena dianggap memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dan selama penggunaannya pun terbebas dari emisi.

Jadi jika diambil kesimpulan, jika penerapan mesin menggunakan kolaborasi antara listrik dan hydrogen, bisa dijadikan sebagai alternatif yang sangat baik untuk kendaraan masa depan.

Kondisi ini juga didukung langsung oleh hydrogen yang mampu menawarkan kenyamanan selama pengisian bahan bakar dan listrik yang tak menghasilkan emisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.

About Redaksi

Check Also

logo emas antam

Harga Emas dan Dollar Hari Ini, Senin 08 Agustus 2022

Linamasa.com – Harga emas cenderung mendapatkan sentiment yang negatif dari adanya penguatan dollar Amerika Serikat. …