...
kapal kargo
Pexels/SimplyArt4794

4.000 Mobil Terbakar di Kapal Kargo, Volkswagen Rugi Rp 4,8 Triliun

Linamasa.com – Terbakarnya kapal kargo pada tanggal 18 Februari 2022 lalu di kawasan Samudra Atlantik yang isinya terdiri dari 4.000 unit mobil mewah dari Volkswagen diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 4,8 Triliun (334,6 juta dollar AS). Perkiraan ini disampaikan oleh seorang ekonom yang berasal Amerika Serikat, Anderson Economic Group. Nilai itu sesuai dengan banyaknya jumlah mobil mewah yang diangkut ke dalam kapal tersebut dan termasuk dengan biaya operasional lainnya.

Dari 4.000 unit kendaraan mewah yang terbakar, setidaknya 1.100 diantaranya adalah model Porsche dan ada model lainnya seperti Audi, Lamborghini, Volkswagen, dan Bentley.

“Kendaraan Porsche yang hilang saja kami asumsikan ada sebanyak 1.100 kendaraan termasuk banyak model kendaraan kelas atas yang disesuaikan, kami akan terus mengantisipasi biaya penyelamatan” ujarnya pada hari Rabu 23 Februari 2022.

“Bencana yang sama juga pernah terjadi di masa lalu menunjukkan jumlah kerugian total dari kejadian kali ini juga ada kemungkinan tidak akan bisa tercover dalam kurun waktu satu tahun atau lebih dan mungkin bisa lebih tinggi dari nilai kapal kargo yang hilang” sambungnya.

Ia juga memperkirakan hampir semua kendaraan sudah mengalami kerusakan dan tidak mungkin bisa diperbaiki untuk dijual kembali.

“Kami mencatat kendaraan ini mengalami kebakaran, kerusakan air, kena asap, dan tenggelam di air asin. Pada hari ini ada laporan api sudah mulai surut dan termasuk penjelasan mungkin masih ada sedikit bahan yang mudah terbakar dan kemungkinan akan beresiko terbakar kembali” katanya.

Mitsui OSK Lines, operator dari Felicity Ace juga mengemukakan dalam websitenya bahwa ada dua kapal besar dengan peralatan pemadam kebakaran diharap bisa sampai pada hari senin pagi waktu setempat untuk bisa membantu proses penyemprotan air bersama tim penyelamat yang sudah berada di sekitar kapal lebih awal untuk pendinginan. Namun dikonfirmasi dalam insiden ini tidak ada kebocoran minyak yang terjadi sehingga kapal masih bisa dalam kondisi tetap stabil dan tidak tenggelam.

Namun tentu ribuan kendaraan mewah di dalam kapal kargo tersebut sudah tidak mungkin diselamatkan lagi, sudah terbakar api dan tidak mungkin untuk diperbaiki. Jadi perusahaan yang akan menanggung semua kerugian tersebut beserta proses ke pihak asuransi terkait. Mobil tersebut rencananya akan dibawa ke berbagai wilayah benua untuk dijual, namun dalam perjalanan tanpa disangka terjadi insiden kebakaran.

Kebakaran diduga terjadi karena banyaknya mobil listrik di dalam kapal tersebut yang berisi baterai lithium ion sehingga terus membuat kebakaran baru. Api sulit dipadamkan sebab jika diguyur air kapal akan berat muatannya dan jelas akan semakin beresiko tenggelam. Jadi pemadaman dilakukan dengan cara pendinginan dan itu butuh waktu yang cukup lama. Mobil yang dijual sendiri paling murah seharga Rp 1,4 Miliar dan banyak yang lebih dari Rp 2 Miliar harga pasaran per unitnya.

Dominasi mobil listrik yang mendominasi angkutan kapal kargo tersebut menunjukkan jika tren mobil listrik mulai membanjiri pasaran. Hanya saja resiko buruk seperti ini memang sulit untuk dihindari, mengingat adanya baterai lithium ion cenderung lebih mudah memperparah kondisi kebakaran.

Kejadian kali ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran di masa yang akan datang. Saat mengangkut mobil listrik, harus ada skema khusus dan perlindungan lebih sebagai solusi meminimalisir terjadinya kebakaran kapal kargo. Apalagi melihat kerugian yang dialami sangatlah besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.

Check Also

Harley Davidson

Memetik Pelajaran dari Kisah Kegagalan Harley-Davidson

Linamasa.com – Pada tahun 1996, perusahaan ikonik sepeda motor Amerika, Harley-Davidson, mengambil langkah yang tidak …