biji kopi
Flickr/Mohamad halid

Rumah Kopi Tjhiang Song Shi Alias Kopi Punama di Bandung

Linamasa.com – Saat berkunjung ke Kota Bandung, melewati Jalan Alkateri, rasanya tak puas jika tak mampir ke kedai Kopi Purnama. Kedai kopi satu ini dijamin beda dari yang lain. Menjadi salah satu kopi legendaris di Bandung, kedai Kopi Purnama menawarkan daya tarik tersendiri. Selain rasanya yang unik dan jadul, tempatnya pun sangat asik.

Sang penerus hingga kini mampu mempertahankan rasa dari tahun ke tahun sesuai dengan resep yang pelancong yang berkunjung ke Kota Bandung. Bahkan kedai Kopi Purnama sangat digemari warga lokal didapatkan turun menurun. Tak heran jika kedai kopi satu ini selalu mencuri perhatian banyak disana.

Siapa sangka, kedai Kopi Purnama yang legendaris, ternyata sudah ada sejak tahun 1930. Yang sangat disayangkan adalah lokasinya yang tak terlalu luas, sehingga saat banyak pengunjung yang datang, terpaksa harus mengantri hingga di depan pintu.

Setelah pengunjung masuk ke kedai Kopi Purnama, rasa nyaman akan langsung terasa. Mengingat desain interiornya memang masih mempertahankan suasana masa lampau seperti rumah sendiri.

Menengok ke bagian dinding, Anda akan melihat potret perjalanan kedai Kopi Purnama dari tahun ke tahun, generasi ke generasi. Yang cukup mencuri perhatian adalah adanya potongan papan nama toko yang ternyata dibuat pada saat kedai tersebut dibuka yakni tahun 1930.

Baca juga: 67 Tempat Wisata di Bandung Terbaru

“Ini merupakan papan nama toko saat awal dibukanya pada tahun 1930. Dulu, masih diberi nama Tjhiang Song Shi yang mana memiliki arti silahkan untuk mencoba ke kedai the ini. Potongan papan nama tersebut terbuat dari bahan kayu jati. Dulu kami menemukannya dengan tak sengaja, pada tahun 2016 saat sedang membangun area non smoking. Tapi sangat disayangkan, kami hanya menemukan potongannya saja, sisanya tidak bisa kami temukan,” terang Putra, seorang karyawan yang sudah bekerja di kedai Kopi Purnama kurang lebih enam tahun lamanya.

kopi Tjhiang Song Shi
Dokumen Detik.com

Kedai kopi yang menjadi paling tua di Bandung, terpaksa harus mengganti namanya menjadi kedai Kopi Purnama dengan alasan pada masa orde baru terdapat larangan penggunaan nama menggunakan bahasa asing.

Menurut Aldi Yonas yang merupakan generasi ke 4 dari usaha Kopi Purnama, penggunaan nama baru tersebut tentu tidak sembarangan.

Baca Juga:  Kuliner Unik Khas Jogja yang Memanjakan Lidah, Soto Sampah

“Genarasi ke 2 kala itu memutuskan untuk mengganti nama menjadi Purnama, dengan alasan bahwa bulan purnama menjadi satu – satunya fase bulan bisa menyala dengan sempurna. Kami sangat berharap dengan pemberian nama Purnama, bisa mendatangkan keberuntungan yang sempurna. Dari filosofi inilah yang menjadi dasar dari interior lampu yang kami gunakan,” ucap Aldi pada hari Rabu, 25 Mei 2022.

Jika dilihat dari depan sampai dengan ke belakang, akan ditemukan banyak lampu dengan desain bulat sempurna seperti bulan purnama. Lampu yang dipasang juga tak terlihat adanya tudung atau bahkan penutup. Hanya berbentuk bulat saja, sehingga bisa memberikan penerangan hingga ke sudut ruangan dengan sangat sempurna.

“Selain itu, saat membangun area non smoking juga kami temukan lemari koleksi barang – barang dulunya dipakai untuk kegiatan operasional usaha. Ada alat penimbang kopi dan cangkirnya juga,” tutur Putra lebih lanjut.

Jika diperhatikan dengan baik, bangunan tersebut merupakan perpaduan antara bangunan Belanda, China dan Indonesia.

Baca Juga:  Berkunjung ke Kota Bandung, Icip – Icip Kuliner Legendarisnya Tak Boleh Ketinggalan

“Ciri khas bagi kami adalah modal utama. Srikaya yang kami jual, tentu berbeda dengan Srikaya yang dijual di Malaysia, karena mereka adalah bekas jajahan Inggris dengan dominan warna hijau kekuningan.

Sementara punya kami berwarna coklat gelap,” kata Aldi.“Untuk minuman, tidak hanya kopi saja, ada juga teh susu. Namun teh susu kami berbeda dengan the tarik milik Singapura yang mana prosesnya harus ditarik,” tambah mereka.

Misi utama dari kedai Kopi Purnama yang ingin mempertahankan cita rasa dari generasi ke generasi, membuat para pelanggan tak mau pindah ke lain hati, bahkan banyak pelanggan baru yang penasaran mencicipi, pada akhirnya bisa jatuh hati.

Baca Juga:  Bingung Cari Oleh – Oleh, Coba Kuliner Khas Semarang Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Berita.

Check Also

jagung bose

Liburan Ke Labuan Bajo, Deretan Kuliner Ini Tak Boleh Terlewatkan

Linamasa.com – Membahas soal tempat wisata menarik, tanah air merupakan surganya tempat wisata yang tak …